Kisah Sembuh Tinnitus Bu Erna

Saya ex penderita tinitus. Saya tahu benar, bagaimana rasa stress dan merasa hiruk pikuk di kepala, dan bising sendiri di tengah kesendirian karena dengung yang keras seperti suara mobil yang di gas tanpa henti.

Saya sudah lama sembuh, dan ini telah saya share di grup ini pasca kesembuhan. Saat saya dalam puncak penderitaan, dan berobat ke dokter, ke pengobatan alternatif.. dan tak kunjung sembuh…. akhirnya saya mengandalkan kekuatan doa.

Saya telah memasrahkan hidup dan mati saya kepada Allah Swt. Saya telah mendengar suara musik yang indah, telah mendengar segala keindahan di dunia ini… dan saya bersyukur telah menerima anugerah itu. Seandainya sakit ini adalah pemberian Allah Swt, saya telah ridha…. karena saya milikNya semata. Ternyata, Allah Swt menganugerahkan kesembuhan untuk saya.

Semoga informasi ini akan menyemangati teman-teman.

Sungguh kita ini milik Allah.
Hidup dan mati hanya untuk Allah.
Tetap ridha dengan apa yang diberikan Allah Swt. Lampaui rasa sakit…. jadikan sakit sebagai sahabat untuk mengingat dan bersujud pada Allah… dan jangan menyerah.

Saya berdoa untuk kesembuhan teman-teman semuanya. Tetaplah dalam kesabaran dan ketenangan.

Perjalanan Sakit dan Pengobatan bu Erna

10 January 2016

Saya tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba seusai bangun tidur di pagi hari dengingan di telinga kiri saya sangat kuat, kemudian diiringi sakit kepala yang hebat. Lama kemudian, saya pergi ke dokter THT. Dokter bilang, tak ada apa-apa di telinga saya, semuanya normal. Bagaimana saya merasa normal, sementara telinga saya begitu riuh? Kendati begitu dokter berkata, saya mungkin terkenal tinnitus.

Dokter memberi saya resep obat, tetapi saya tidak menebusnya obat tersebut. Saya kemudian mencari pengetahuan tentang penyakit ini. Di sisi lain, saya belajar untuk menerima kenyataan penyakit ini dan berdamai dengannya tanpa penolakan. “Dengingan…pintu hatiku terbuka untukmu…”

Sekarang, dengingan berkurang. Sakit kepala hilang sama sekali. Entah barangkali karena saya sudah lapangdada. Saya bekerja seperti biasa, berusaha untuk berpikir yang baik-baik saja dengan hidup ini. Saya menghibur diri saya, selama ini saya telah banyak mendengar nada-nada indah, kicauan burung, suara-suara yang merdu dsb. Saya mensyukurinya. Jika dikurangi pendengaran ini, saya masih memiliki hidup ini. Semoga masih bisa menanam kebaikan di mana pun adanya, dan tetap mensyukuri atas satu-satunya hidup yang saya miliki, dalam keadaan apa pun. Bismillah. Semoga…

Perjalanan sembuh bu Erna

28 March 2016

Sahabat2. Tgl 10 Jan 2016, saya posting soal Tinnitus yang saya derita yg dimulai sakit kepala yg hebat. Saya sempat konsul ke dokter tht dan specialist bedah syaraf.

Tgl 15-17 Maret 2016, saya kembali sakit kepala hebat dg leher sakit sekali. Tgl 18 Maret 2016, ajaibnya dengingan hilang. Jika Tuhan ingin memberi kesembuhan tak akan ada seorang pun yang sanggup menghalangiNya. Alhamdulillah, saya telah sembuh.

Saya berharap, sahabat 2 tidak berputus asa. Tubuh kita milikNya juga hidup kita. Dalam sehat maupun sakit, semoga tetap diberi kesabaran dan tidak kehilangan prasangka baik pada Allah.

Semoga sahabat 2 dikaruniai kesembuhan. Allahuma Aamin ya Rabbal alamiiin.

Sumber : facebook

Disclaimer :

Setiap cerita di blog ini merupakan pengalaman personal masing-masing kontributor. Pengalaman personal tidak dapat serta merta dijadikan acuan dalam melakukan tindakan yang berkaitan dengan kesehatan. Setiap tindakan yang berkaitan dengan kesehatan hendaknya dikonsultasikan dengan dokter ataupun ahli kesehatan yang memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *