Kisah Sukses Tinnitus Emil

Hallo siapa namamu? Boleh tau juga berapa usiamu?

Emil. Usia 22 tahun.

Bisa ceritakan sedikit kondisimu? Berapa lama kamu kena tinnitus? Gejala apa yang kamu rasakan? Apakah suaranya muncul terus menerus atau seperti apa?

Kondisi fisik dan mental sudah normal, karena sudah mengidap tinnitus selama 3 tahun. Saya masih mendengar suara dengungan, tapi sudah bukan masalah lagi karena sudah terbiasa.

Bagaimana kejadian awal kamu merasakan tinnitus? Apakah ada hal khusus yang mengakibatkannya? Apakah kamu bisa menceritakan (atau menebak) penyebabnya?

Ada 2 sebab, langsung dan tak langsung. Secara tak langsung mungkin karena stres dan pola makanan tidak sehat. Penyebab langsungnya karena suara keras, sama seperti umumnya.

Bagaimana tinnitus ini mempengaruhi kehidupanmu pada awal terkena? Apa dampak yang kamu rasakan saat itu?

Stres berat, kurang tidur, cemas berlebih, jantung berdetak cepat, dsb.

Apakah kamu telah memeriksakan kondisimu? Kepada siapa saja kamu memeriksakan kondisimu? Langkah perawatan atau hal apa saja yang mereka tawarkan?

Iya, saya sudah berkonsultasi ke dokter umum dan spesialis. Tapi umumnya tak banyak yang bisa dilakukan, selain hanya mendiagnosa jenis suara tinnitus dan saran tentang pola hidup dan kebersihan telinga. Tak ada metode penyembuhan yang benar ampuh, bahkan dari dokter di jerman tempat saya kuliah sekarang. Jika ada pun sangat mahal. Jadi setelah 3 bulan idap tinnitus, saya berhenti ke dokter.

Apakah kamu mencoba perawatan alternatif, perubahan pola makan (diet) atau perubahan gaya hidup? atau mencoba metode perawatan lain yang tidak ditawarkan oleh dokter? Apakah kamu merasa langkah ini cukup berhasil?

Saya pernah coba diet buah seminggu, tak banyak berpengaruh karena diet hanyalah perawatan tubuh secara umum, bukan khusus tinnitus.

Pernahkah kamu melakukan sesi konseling atau terapi? Pernahkan kamu melakukan terapi suara tinnitus (TRT) atau terapi psikologis (CBT) secara khusus? Apakah terapi ini cukup efektif?

Tidak. Dan saya rasa itu tidak efektif. Yang terpenting kita jaga pikiran selalu positif dan menyibukkan diri dengan hal lain.

Bagaimana akhirnya kamu mulai bisa menghadapi tinnitus? Apakah kamu merasa bahwa sekarang kamu bisa menghadapi tinnitus dengan lebih baik dari pada saat awal kamu terkena? Apa dampak tinnitus kehidupanmu sekarang?

Dengan banyak beribadah, berdoa pada Yang Maha Kuasa, untuk diberikan kesembuhan, atau diganti ganjaran yang jauh lebih baik. Penyakit adalah cara Tuhan menghapus dosa pengidap, maka secara spiritual penyakit justru sesuatu yang dapat disyukuri. Sejak tinnitus, saya lebih memerhatikan kondisi badan, mental, dan stres. Saya lebih efektif dalam belajar (kuliah) disebabkan alasan yang saya pun tidak tahu. Selain itu saya bisa lebih sabar dan bijak dalam menghadapi masalah.

Akhir-akhir ini apa yang kamu lakukan untuk mengelola atau tinnitusmu? Apa yang kamu lakukan kalau merasakan tinnitus yang memburuk?

Tidak ada yang khusus. Hanya jaga pola makanan sehat dan pola hidup sehat, olahraga, hindari stres.

Apakah kamu percaya saat ini ada cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan tinnitus? Apakah ada hal lain yang ingin kamu sampaikan atau ceritakan?

Saya tidak yakin tinnitus ini bisa disembuhkan, dan itu bukan hal yang buruk. Karena dengan penyakit ini justru pengidap bisa lebih banyak intropeksi diri, banyak bersyukur dan bersabar. Karena kita sakit pun, Tuhan tahu apa yang Ia rencanakan pada setiap Hamba-Nya.

Kisah Sukses Tinnitus Emil

Disclaimer :

Setiap cerita di blog ini merupakan pengalaman personal masing-masing kontributor. Pengalaman personal tidak dapat serta merta dijadikan acuan dalam melakukan tindakan yang berkaitan dengan kesehatan. Setiap tindakan yang berkaitan dengan kesehatan hendaknya dikonsultasikan dengan dokter ataupun ahli kesehatan yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *