Kisah Sukses Tinnitus Yuniz

Hallo siapa namamu? Boleh tau juga berapa usiamu?

Yuniz M, 43 thn

Bisa ceritakan sedikit kondisimu? Berapa lama kamu kena tinnitus? Gejala apa yang kamu rasakan? Apakah suaranya muncul terus menerus atau seperti apa?

Mulai terkena awal Oktober 2018. Gejala awal telinga seperti budeg, dan 2-3 hari kemudian mulai mendengar sensasi serupa riuh rendah suara jangkrik. Muncul terus menerus, 24/7.

Bagaimana kejadian awal kamu merasakan tinnitus? Apakah ada hal khusus yang mengakibatkannya? Apakah kamu bisa menceritakan (atau menebak) penyebabnya?

Sepertinya karena infeksi sinusitis dan memang memiliki bakat alergi (rhinitis)

Bagaimana tinnitus ini mempengaruhi kehidupanmu pada awal terkena? Apa dampak yang kamu rasakan saat itu?

Stress berat. Mengalami kesulitan berkonsenstrasi. Kinerja menurun drastis.

Apakah kamu telah memeriksakan kondisimu? Kepada siapa saja kamu memeriksakan kondisimu? Langkah perawatan atau hal apa saja yang mereka tawarkan?

Tentu. Tak sampai 24 jam dari mengalami gangguan, langsung mengunjungi spesialis THT di RS khusus THT. Ada 9 spesialis THT (sampai yang sudah bertitel profesor) yang sudah didatangi di berbagai rumah sakit umum & khusus THT di Jakarta.

Apakah kamu mencoba perawatan alternatif, perubahan pola makan (diet) atau perubahan gaya hidup? atau mencoba metode perawatan lain yang tidak ditawarkan oleh dokter? Apakah kamu merasa langkah ini cukup berhasil?

Ya. Terutama terapi akupuntur. Pernah juga menjalani pijat refleksi, terapi serupa chiropractic, konsultasi psikologis, dll. Secara klinis, belum dapat memastikan apakah memang membantu, namun secara psikis banyak sekali membantu.

Pernahkah kamu melakukan sesi konseling atau terapi? Pernahkan kamu melakukan terapi suara tinnitus (TRT) atau terapi psikologis (CBT) secara khusus? Apakah terapi ini cukup efektif?

TRT tidak. Terapi psikologis ya, dan bisa dikatakan amat membantu.

Bagaimana akhirnya kamu mulai bisa menghadapi tinnitus? Apakah kamu merasa bahwa sekarang kamu bisa menghadapi tinnitus dengan lebih baik dari pada saat awal kamu terkena? Apa dampak tinnitus kehidupanmu sekarang?

Ya. Setelah menerima kondisi yang dialami namun sesekali masih melakukan terapi akupuntur, lebih banyak relaksasi, dan menyibukkan diri dengan hal yang disenangi, hidup berdampingan tinnitus sudah lebih dapat dengan lebih ringan dijalani.

Akhir-akhir ini apa yang kamu lakukan untuk mengelola atau tinnitusmu? Apa yang kamu lakukan kalau merasakan tinnitus yang memburuk?

Berolahraga, banyak tertawa, berkumpul dengan teman-teman dan keluarga. Jika tinnitus sedang bertingkah, pikirkan saja,” Ah besok juga mereda sendiri. Jangan dipikirin.” Dan affirmasi ini cukup berhasil.

Apakah kamu percaya saat ini ada cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan tinnitus? Apakah ada hal lain yang ingin kamu sampaikan atau ceritakan?

Berkaca dari kisah sukses orang-orang yang mengaku sudah terlepas dari belenggu tinnitus, ya. Setiap gangguan penykit pasti ada penyembuhnya, percaya saja. Metodenya bisa berbeda-beda, mengingat pencetus tinnitus juga bisa berbeda, hanya individunya sendiri yang tahu dan bisa menjalaninya.

Kisah inspirasi lengkap mengenai tinnitus yuniz dapat dibaca pada link berikut ini

Kisah Sukses Tinnitus Yuniz
Kisah Sukses Tinnitus Yuniz

Disclaimer :

Setiap cerita di blog ini merupakan pengalaman personal masing-masing kontributor. Pengalaman personal tidak dapat serta merta dijadikan acuan dalam melakukan tindakan yang berkaitan dengan kesehatan. Setiap tindakan yang berkaitan dengan kesehatan hendaknya dikonsultasikan dengan dokter ataupun ahli kesehatan yang memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *