Terapi Hiperbarik untuk Tinnitus

Terapi hiperbarik atau terapi oksigen hiperbarik adalah terapi yang dilakukan dengan menghirup oksigen murni pada tekanan yang lebih tinggi dari tekanan udara permukaan air laut. Terapi ini telah dikenal untuk berbagai macam keguanaan, dari pengobatan luka, perawatan kecantikan, penyembuhan syaraf, tulang, hingga penyembuhan gangguan pendengaran

Apabila kamu terkena tinnitus atau SSHL, terapi hiperbarik ini biasanya direkomendasikan oleh dokter sebagai terapi pendamping atau terapi alternatif selain pemberian obat-obatan. Terapi ini dilakukan di dalam ruangan tertutup yang dapat diatur tekanannya. Biasanya ruangannya berbentuk seperti tabung besar, dimana beberapa pasien dapat masuk dan duduk didalamnya. Ruangan dilengkapi dengan masker oksigen, kursi, selimut, dan AC untuk mengatur suhu udara.

Pelaksanaan terapi hiperbarik

Sebelum melakukan terapi pasien akan diperiksa oleh dokter dan melakukan konsultasi terlebih terlebih dahulu. pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah pasien aman melakukan terapi hiperbarik oksigen. adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan contohnya kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan pernafasan selain yang memungkinkan pasien mengalami kesulitan saat terapi,

Selain memastikan kondisi pasien, dokter juga akan menjelaskan potensi dari terapi yang dilakukan. Kondisi oksigen murni yang dihirup diruangan bertekanan tinggi diharapkan dapat membuat oksigen lebih terserap ke level sel dan memungkinkan perbaikan pada sel-sel tubuh.

Terapi dilaksanakan dalam rentang waktu 2 jam. Pasien masuk ke ruangan tanpa boleh membawa benda-benda logam, bermuatan listrik, ataupun mudah terbakar. Pasien diperbolehkan membawa permen ataupun minuman, permen dan air minum ini bermanfaat untuk menyamakan tekanan udara pada telinga kita. Pada saat kita makan permen ataupun minum maka terdapat aktifitas menelan yang akan membuka saluran tuba eustacius. Terbukanya saluran tuba eustacius ini akan membuat tekanan pada telinga kita sama dengan tekanan sekitar.

Pada saat terapi dimulai tekanan udara didalam ruangan akan meningkat. Sensasi yang dirasakan terutama adalah adanya tekanan pada telinga kita. Untuk menghilangkan sensasi tertekan ini maka kita perlu sering sering melakukan gerakan menelan. Apabila kita sering melakukan gerakan menelan selama perubahan tekanan terjadi maka telinga kita tidak akan terasa sakit. Setelah tekanan stabil maka kita tidak perlu melakukan gerakan menelan lagi. Selain memperhatikan kenyamanan telinga kita, kita juga diarahkan untuk bernafas secara biasa saat menggunakan masker oksigen selama melaksanakan terapi hiperbarik. Jangan menghirup terlalu dalam ataupun menghirup dengan tergesa-gesa. Lakukanlah pernafasan biasa saja.

Selama melakukan terapi hiperbarik, pasien dapat mendengarkan musik ataupun menonton televisi yang disediakan oleh pihak penyedia layanan terapi hiperbarik. *Tidak diperbolehkan membawa device apapun masuk ke dalam ruangan hiperbarik.

Setiap 30-35 menit pasien diberikan waktu untuk beristirahat selama 5 menit dengan melepaskan masker oksigen yang telah dikenakan. Waktu istirahat ini bisa dimanfaatkan dengan mengobrol dengan pasien lain. Setelah waktu istirahat selesai maka pasien kembali mengenakan masker. Makan permen ataupun minum air diperbolehkan selama kita menggunakan masker dengan tujuan utama untuk mengatasi perubahan tekanan yang mungkin terjadi selama terapi. Perubahan tekanan juga akan terjadi kembali saat terapi akan selesai, kali ini tekanan menurun, kembali ke tekanan udara permukaan air laut. Siapkan air minum dan permen untuk kenyamanan.

Prosedur terapi hiperbarik dan harga terapi hiperbarik di Indonesia

Untuk kasus tinnitus dan SSHL dokter biasanya merekomendasikan untuk mengambil 5 hingga 10 kali terapi sambil melakukan kontrol terhadap kondisi pasien. Terapi ini bisa dilakukan dengan mengambil paket ataupun ketengan. Waktu yang perlu disiapkan setiap kali melaksanakan terapi kurang lebih 2,5 jam. 30 menit untuk waktu persiapan dan waktu selesai terapi, dan 2 jam tepat untuk pelaksanaan terapinya. Harga terapi hiperbarik di Indonesia pada tahun 2019 berkisar di angka 300 ribu hingga 400an ribu rupiah per sesinya.

Efek terapi hiperbarik terhadap tinnitus

Efek terapi hiperbarik terhadap tinnitus berbeda satu orang dengan orang yang lain. Terdapat sebagian orang melaporkan adanya perbaikan pada tinnitusnya (ataupun sembuh) dan bagi orang yang mengalami SSHL terdapat juga laporan perbaikan yang dialami. Namun bagi orang-orang yang lain terapi hiperbarik dilaporkan tidak berpengaruh terhadap tinnitus yang telah dialami. Salah satu faktor penting yang dijelaskan oleh dokter antara lain adalah waktu pelaksanaan terapi. Semakin cepat terapi dilakukan sejak terkena tinnitus, semakin besar pula peluang adanya perbaikan. Konsultasikan dengan dokter THT dan dokter rujukan terapi hiperbarik jika anda ingin mencoba melakukan terapi hiperbarik oksigen.

Resiko terapi hiperbarik oksigen

Selain dari manfaat yang diberikan terdapat juga beberapa resiko yang mungkin terjadi pada pelaksanaan terapi hiperbarik. antara lain Cedera pada telinga, cedera pada paru-paru, atapun kejang yang mungkin diakibatkan oleh penumpukan oksigen pada syaraf pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *